ANALYTICAL EXPOSITION TEXT
Part 2
Dek Tino
Pengantar
Anak-anak para pembelajar bahasa Inggris yang membanggakan, berikut ini disajikan materi pembelajaran yang masih terkait dengan pokok bahasan pada pertemuan terdahulu yakni tentang analytical exposition text. Apakah kalian semua masih mengingatnya? Pastinya masih ingat bukan?
Nah, materi yang akan kalian pelajari berikut ini adalah kelanjutan atau sambungan dari fungsi sosial dan struktur teks analytical exposition yaitu tentang Language Features (Unsur Kebahasaan). Sebelum dimulai, ada baiknya kalian membuka dan membaca kembali sepintas materi teks eksposisi yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Jika kalian sudah siap, tunggu apa lagi? Mari kita mulai.
LANGUAGE FEATURES OF ANALYTICAL EXPOSITION ( KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI ANALITIK )
Pada pembelajaran terdahulu, kalian telah belajar tentang fungsi sosial dan struktur teks eksposisi analitik. Nah, pada pembelajaran kali ini, giliran kalian akan melanjutkan belajar tentang language features dalam penulisan analytical exposition text dan bagaimana pula cara menggunakannya.
Kaidah Kebahasaan text analytical exposition adalah sebagai berikut:
1. Penulisan analytical exposition text didominasi dengan menggunakan simple present tense. Mengapa menggunakan tenses ini? Tenses ini digunakan karena teks eksposisi merupakan teks yang menyampaikan pendapat yang bersifat umum dan merupakan fakta atau sebuah kebenaran, paling tidak dari sudut pandang penulisnya.
2. Menggunakan thinking verb / kata-kata yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulis, contohnya: experience, feel, know, realize, sense, think, dan lain-lain.
3. Menggunakan internal conjunction yaitu kata penghubung yang menghubungkan argumen di antara dua klausula. Internal conjunctions ini dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu
(1) Addition (penambahan) contohnya besides, in addition, furthermore, moreover
(2) Comparisons (perbandingan), seperti but, vice versa, meanwhile, on the other hand.
(3) Time (waktu), misalnya kata second, then, and then, next.
(4) Cause-effect (sebab-akibat). Contoh kata-katanya antara lain consequence, as a result, so, the result.
Sekarang, perhatikan penggunaan simple present tense, thinking verb, dan internal conjunctions pada teks bacaan di bawah ini sebagai ciri khas dari teks eksposisi analitik.
I strongly believe that mobile phones are necessary. My reasons for this belief are that these phones are convenient for business people who travel a lot, and they are handy for emergencies.
To begin with, mobile phones are necessary in the case of emergencies. For instance, if you fall down a set of stairs in a building and are badly injured and can’t reach a pay phone, it is handy to have one to use. Or, if your car breaks down in the middle of the night in a strange neighborhood, it would be dangerous to leave it in search of a public phone booth.
My other main reason is that mobile phones are convenient for business people. For example, if you are out of the state or even overseas and you have to contact a client to do some important work, it is useful to have one to use. By using a mobile phone, important information can be received. People can’t stay in an office all day waiting for their phone to ring. Some people have to go and do jobs or they will go out of business. You can even send faxes or messages and use the internet with your mobile.
In conclusion, I believe that mobile phones have now become a necessary part of everyday life. Instant communication will ensure that information can be passed on with a simple press of a button. Whether this is to do with business or personal information or emergencies, it goes to show that they are necessary in the new millennium.
Perhatikan bahwa hampir seluruh kalimat dalam teks di atas adalah dalam bentuk simple present tense yang dicirikan dengan penggunaan kata kerja atau verb 1. Kata yang ditebalkan (to begin with, for instance, my other main reason, whether dan in conclusion) adalah kata sambung atau conjunction yang umumnya digunakan untuk menghubungkan argumen di antara dua klausula. Sementara kata believe adalah contoh thinking verb yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulis.
Nah, anak-anak semuanya, demikianlah sekilas pembahasan materi tentang unsur kebahasaan teks eksposisi analitik. Apakah kalian sudah memahaminya? Jika belum, silahkan dibaca kembali penjelasan di atas dengan lebih seksama. Kalian juga dipersilahkan untuk mencari tambahan penjelasan dari buku-buku yang ada atau langsung berkonsultasi dengan Mbah Google. Mbah Google selalu siap menjawab permasalahan yang kalian ajukan.
Jika masih ada kesempatan, pada pertemuan berikutnya akan disampaikan sambungan dari materi ini, yaitu tentang “Menangkap Makna Teks Analytical Exposition secara Kontekstual”. Bersabar menunggu ya? Atau, kalian cari tahu sendiri deh, hehehe.
READING ACTIVITY ( AKTIVITAS MEMBACA )
Bacalah teks berikut ini secara seksama. Apakah kalian mengetahui makna semua kosakata yang digunakan di dalam teks di bawah ini? Ayo jujur!
The use of formalin and other dangerous preservatives in food has been a serious problem for three reasons.
Firstly, formalin is not for human beings, but it is for biological specimens and experiments. Formalin in Biology is a 10% solution of formaldehyde in water which is usually used as a disinfectant or to preserve biological specimens. Thus, it is not for food preservatives. Of course when it is used as a food preservative, it will be very dangerous to human’s body.
The second reason is that there is no tight control from the government. This condition makes the people’s health really in danger. When the control is weak and the use of formalin was spread wide all over the Indonesian regions, and these days it has really happened, the citizen’s bodies will be badly contaminated with the poisons.
Fish or food traders still sell their products which contain formalin and dangerous preservatives. Can you imagine that our digestive system absorbs the substance that should be for the human and animal corpses?
Considering the reasons, we can make a conclusion that the use of formalin and other preservatives is really a serious problem if it is not resolved immediately.
ASSIGNMENT 1 (TUGAS 1)
Highlight all words that you do not understand or do not know their meaning. Write them on the following table then consult the dictionary.
(Tuliskan kata-kata yang menurut Anda sulit dalam tabel berikut beserta maknanya. Anda diperkenankan menggunakan kamus)
Tulis dan temukan makna kata yang kalian tulis di dalam kamus. Akan lebih baik lagi kalau kalian memaknai sebuah kata berdasarkan konteks kalimatnya. Ingat bahwa tidak semua kata dimaknai secara leksikal (secara kamus). Ada juga kata yang maknanya baru diketahui berdasarkan konteks kalimatnya (contextual meaning).
ASSIGNMENT 2 (TUGAS 2)
Choose a causal conjunction to fill the blanks. (Pilihlah salah satu kata sambung yang cocok untuk melengkapi titik-titik)
1. He has no wife . . . why he always cooks by himself?
2. I failed to go to University last year, . . . I will try to do my best.
3. I divided it into 3 categories, . . . data is normal
4. I was bored . . . the Lecturer's speech was too much.
5. . . . his achievement on the job, he was promoted as the Manager.
Demikianlah materi belajar daring kali ini. Sampai jumpa pada pembelajaran lanjutan berikutnya dengan materi masih terkait dengan Analytical Exposition text. Terimakasih dan semoga tetap bahagia !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar